A. Pengertian Resensi
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.
Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.
1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.
B. Unsur-unsur Resensi
Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:
1. Membuat judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.
2. Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
a. judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.);
b. pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.);
c. penerbit;
d. tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
e. tebal buku;
f. harga buku (jika diperlukan).
3. Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
a. memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh;
b. membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain;
c. memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
d. memaparkan keunikan buku;
e. merumuskan tema buku;
f. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
g. mengungkapkan kesan terhadap buku;
h. memperkenalkan penerbit;
i. mengajukan pertanyaan;
j. membuka dialog.
4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
5. Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.
B. Contoh Resensi Novel
Contoh Resensi Novel
PENDAHULUAN
a. Isi Novel
Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.
b. Tujuan Pengarang
• Menuliskan imajinasi yang ada dipikiran pengarang dan mengembangkan cerita itu ke dalam
sebuah paragraf (sebuah buku)
• Memberikan efek emosional, membuat seseorang termotivasi bahkan terhibur
c. Tujuan Penyusunan Novel
• Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
• Untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan untuk membuat resensi
• Untuk melatih diri dalam bekerja dan kami ingin memberitahukan kepada seluruh masyarakat
tentang isi novel ini layak atau tidak untuk dibaca
d. Manfaat Novel
Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat khususnya para remaja. Selain itu, untuk
mengetahui cerita kehidupan sehari-hari para remaja.
e. Audiens (Sasaran)
Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas dari bawah, menengah, dan atas. Khususnya para
remaja, para siswa SMA, dan mahasiswa
f. Sistematika Novel
Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pembuka cerita, isi cerita, dan penutup cerita
g. Dari Segi Kebahasaan dan Ejaan
Dilihat dari segi bahasa, sebenarnya pengarang novel ini belum seluruhnya menggunakan Bahasa
Indonesia. Masih banyak kata ejaan atau bahasa asing.
PEMBAHASAN
Sinopsis
Sissy cewek imut yang demen banget ngubah nama orang ini bekerja sebagai sekretaris di
perusahaan milik papanya. Untuk urusan ‘keras kepala’, dia memang benar-benar mirip papanya
yang otoriter. Kenyataan bahwa dia orang kaya menjadi rahasia Sissy dan Dira. Dira adalah
kakak Sissy yang bekerja juga di perusahaan milik papanya sebagai Direktur Utama. Dira adalah
anak kebanggaan sang papa. Papanya selalu tidak setuju dengan calon suami yang anak-anaknya
pilih karena papanya tidak mau ‘calon suami’ anaknya Cuma mengincar hartanya. Itu yang
membuat Dira dan Sissy selalu bertentangan dengan ayahnya.
Di tepi jalan, hak sepatu Sissy sebelah kirinya terjepit di sela-sela jeruji besi penutup selokan.
Dia berusaha terus supaya sepatunya bisa lepas sampai ada seorang cowok cakep yang langsung
ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit dan akhirnya sepatu itu berhasil
lepas. Spontan, Sissy langsung memeluk si lelaki penolong itu dan bergegas pergi tanpa bilang
terima kasih karena Sissy takut terlambat meeting.
Ternyata, cowok itu sekantor sama dengan Sissy, cuma lain divisi. Nama cowok itu Sebastian.
Sissy sampek ngumpet-ngumpet segala untuk menghindari ‘sang cowok penolong’ karena malu
dan pake acara menunduk sampek tersandung pot bunga segala. Malangnya, dia malah
dimutasikan jadi sekretaris Sebastian.
Sejak awal Sissy bersikap sangat formal terhadap bos barunya itu, layaknya atasan dengan
bawahan. Tapi gara-gara terlalu kaku, kadang Sissy melakukan hal-hal konyol di tempat kerja
dan bersikap salting (salah tingkah). Tapi lama-kelamaan Sissy capek harus bersikap kaku setiap
hari tanpa bercanda dan berceloteh. Itu membuat Sissy dan Sebastian menjadi akrab, bukan
seperti atasan dan bawahan. Mereka sering makan bareng, jalan bareng, dan menghadiri pesta
bareng.
Ujung-ujungnya mereka berdua malah merasakan falling in love dan mereka berdua pacaran.
Mereka menjalin hubungan backstreet (tidak diketahui siapapun) termasuk Dira kakaknya
sendiri. Di kantor mereka berdua mencoba menjauh satu dengan yang lain. Setelah lama
menjalin hubungan cinta, Sissy ingin memberi tahu Sebastian siapa sebenarnya dia. Sissy
memberi tahu kalau dia adalah anak pemilik perusahaan yaitu Pak Sadewo. Reaksi Sebastian
sangat kaget dan bingung tetapi dia tidak ingin meninggalkan Sissy. Dia rela apabila harus
berhenti kerja.
Hampir delapan bulan sejak mereka berpacaran, Sebastian hanya bertemu sekali dengan Pak
Sadewo di kantor. Suasananya sangat formal dan menahan dorongan kuat untuk mengatakan bila
Sissy dan Sebastian menjalin hubungan. Sissy mulai terbuka tentang hubungannya dengan
Sebastian yang semakin serius itu ke mama dan Dira.
Sissy dan Dira menjadi tuan rumah dalam acara launching website galeri dan pengalihan
pimpinan operasional galeri dari tante Mirna yang akan melahirkan, digantikan Sissy. Di tengah
kerumunan undangan, nampak Pak Sadewo juga hadir. Kemudian Sebastian datang bersama
Alex. Sissy langsung menghambur memeluk hangat Sebastian. Pak Sadewo terhenyak melihat
mereka berdua.
3.2. Identitas Buku
a. Judul Buku : Sisi Cinta Sissy
b. Jenis Buku : Fiksi
c. Pengarang : Lusi Wulan
d. Penerbit : Puspa Swara, Anggota IKAPI
e. Cetakan : I- Jakarta, 2006
f. Halaman Buku : 160 halaman
g. Panjang dan Tebal Buku : 20 cm ; 0,5 cm
h. Jenis Kertas : Quarto
i. Harga Buku : Rp 24.900,00
3.3. Isi Resensi
a. Susunan Penyajian
Novel yang berjudul Sisi Cinta Sissy ini dalam penyajiannya sudah cukup baik sebagai bacaan
para remaja.
Dimulai dari pembukaan cerita sampai penutup cerita sudah baik karena dari satu cerita ke cerita
lainnya tidak bertele-tele atau menyambung. Dan uniknya lagi pengarang dapat mengajak
pembaca untuk berfikir akhir dari cerita novel itu.
b. Gaya Bahasa
Pengarang menggunakan bahasa yang tidak baku supaya masyarakat umum, khususnya para
remaja mudah mengerti dari isi novel ini. Dan terdapat bahasa Inggris.
c. Hal-hal yang menarik dari novel
Novel ini bisa menarik perhatian para pembaca.Dari setiap bagian cerita ke bagian cerita yang
lain bisa membuat penasaran para pembaca dan para pembaca ingin cepat menyelesaikan
membaca novel ini dan mengetahui akhir cerita.
d. Kelemahan Novel
• Isi cerita dari novel ini tidak sempurna (jalan cerita agak rumit ) karena pengarang tidak
menyelesaikan akhir dari cerita sehingga para pembaca harus memikirkan akhir cerita novel ini
sendiri.
• Terlalu banyak bahasa asing
• Harga novel terlalu mahal
e. Kelebihan Novel
• Cover (sampul) novel sangat menarik
• Kertas novel menggunakan kertas quarto
• Perwatakan tokoh mudah dimengerti
• Menceritakan kehidupan para remaja sekarang
Menurut kami, novel ini tidak patut untuk dibaca/ dimiliki karena isi cerita dari novel ini tidak
sempurna (jalan cerita agak rumit) dan akhir dari cerita novel ini tidak selesai sehingga pembaca
harus menebak-nebak akhir cerita itu sendiri.
3.4. Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik
A. Unsur Instrinsik
1. Tema : Percintaan
2. Alur : Maju Mundur
3. Bahasa : Bahasa Indonesia tidak baku dan Bahasa Asing
4. Penokohan
a. Sissy
Bandel : Oya, dan sepeti biasa Mama titip pesan ke kamu supaya nurut sama kakaknya dan
papanya, kerja yang benar, jangan bandel kayak yang sudah-sudah dan jangan pacaran melulu..”
ujar Dira nyengir. (hal
Bnyak akal : Sekali lagi namanya juga sekantor, biar selihai bagaimanapun menghindar-hindar,
tetap aja ada kemungkinan ‘kepergok’ (hal 13)
Periang : “Dan kamu wanita, tanpa ragu jongkok di tepi jalan, memberi ucapan terima kasih
dengan sangat tulus…, dan sangat riang…, tidak perlulah dianggap sebagai hutang. (hal 23)
Lucu : Oya, satu lagi yang menggemaskan dari diri perempuan itu, celotehnya yang lucu dan apa
adanya….(hal 58)
b. Ronana
Latah : Ronan yang latah ikutan mengelus-elus jidatnya yang mulus-mulus aja tidak ada benjol,
hanya sedikit kerut efek dari penuaan dini. (hal 5)
Genit : Iiiiih… Ronana genit!” seru Sissy dengan meniru gaya centil Ronan. (hal 5)
c. Dira
Usil : “Siapa yang bilang kamu goblok…, penyalit menahun… hihihi…” celetuk Dira asal. (hal
9)
Tegas : “Ingat Sy, jangan sampai timbul gosip atau apalah yang tidak mengenakkan di kantor ini
tentang salah satu dari kita. (hal 15)
Emosi : Baginya, Rizal selalu dapat memberinya ketenangan, sementara dirinya adalah orang
yang gampang meledak. (hal 46)
d. Sebastian
Baik : “Tanpa menunggu jawaban Sissy yang tak berkedip mendongakkan wajah tinggi sekali,
pria ini langsung ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit. (hal 10)
Perhatian : “Obatnya diminum dulu ya, biar sakitnya agak reda” ucap Sebastian sambil
menyodorkan obat dan air putih kepada Sissy. (hal 19)
Kalem : Sebastian menjawab kalem, menenangkan Dira yang super heboh. (hal 20)
4Ramah : Novi blak-blakan kepada Sebastian, karena Sebastian selalu bersikap simpatik dan
ramah kepadanya. (hal 56)
e. Melviana
Tomboi : “Hahaha… syukurin! Makanya, udah ditolongin tuh bilang terima kasih, jangan malah
ngibrit, coy!” komentar Melvi, sepupu Sissy yang tomboi. (hal 14)
f. Wiwid
Usil : “Wah belum seminggu kerja bareng, sudah ada panggilan kesayangan nih,” celetuk Wiwid
dari bagian HRD, teman terdekatnya di kantor, sambil cengar-cengir. (hal 15)
Kalem : “Kenapa kamu ini?” Wiwid bertanya kalem, lengkap dengan logat Jawanya. (hal 24)
g. Eva
Tukang gosip: Bersamaan dengan itu, Eva, cewek yang hobi membicarakan ‘sosok menonjol’
dimanapun dan kapanpun sejauh matanya bisa memandang. (hal 23)
h. Pak Sadewo
Otoriter : Ketika papnya menyetujui mereka, keadaan tidak bertambah lebih baik. Banyak syarat
dan tuntutan atas dirinya. (hal 29)
i. Rizal
Perhatian : Rizal mengelus punggung Dira menenangkan pacarnya itu. (hal 45)
j. Tobias
Petualang : Tentunya ia berkeliling ke berbagai tempat di tanah air sampai ke negara-negara lain.
(hal 39)
Usil : “Ayolah…wajahmu itu nggak bisa berbohong, Sissy sayang… Aku nggak bisa tidur kalau
pulang wajahmu masih seperti ini.” (hal 41)
k. Novi
Ingin tahu : “Hah, mereka ngapain aja?” Novi menjadi tertarik kalau membicarakan pegawai
keren seperti Sebastian. (hal 51)
l. Alex
Suka hura-hura: “Itu memang ulah Alex. Orangnya suka hura-hura. (hal 30)
m. Mama
Perhatian : Mama khawatir lihat Dira kuyu seperti itu. (hal 69)
Baik : “Sudahlah Sy. Mama hidup hanya untuk kalian, jadi yang menjadi masalah kalian,
otomatis menjadi masalah mama juga.” (hal 72)
5. Amanat
• Sayangilah dirimu, beri ia kesempatan untuk menjadi yang semestinya ia inginkan. Life is
nothing but being yourself.
• Terkadang cinta tidak harus memiliki
• Pilihan itu segala ada tetapi siap atau tidak kita menanggung resiko dari pilihan yang kita buat
itu, karena kadang kita dihadapkan pada pilihan yang terlalu sulit
56. Setting
a. Tempat : kantor, rumah Sissy, tepi jalan, kantin, lobi, rumah Dira, rumah Sebastian, hotel,
coffe shop, cafe, stasiun, restoran, pantai, daerah Semanggi, dapur, studio, lapangan, dan galeri
b. Waktu : pagi, siang, sore, dan malam
c. Suasana : sepi, ramai, sedih, gembira, takut, panik, haru, dan tegang
7. Sudut Pandang : orang pertama
B. Unsur Ekstrinsik
1. Sosial Agama
Dilihat dari segi nama, pengarang merupakan seorang muslim
2. Sosial Ekonomi
Keadaan ekonomi pengarang tergolong menengah ke atas karena dilihat dari segi cerita yang ada
dalam novel. Disamping itu, gaya bahasa yang digunakan juga menunjukkan status sosialnya.
3. Sosial Budaya
Pengarang merupakan seorang yang tekun bekerja. Pengarang menempatkan karirnya diposisi
pertama tapi itu didukung oleh papa dan mamnya.
4. Biografi Pengarang
Lusi Wulan. Cewek 26 tahun, single, breakable (!), dan sedang mengalami a quarter life crisis.
Berangan-angan menghabiskan malam dengan menulis dan menatap bintang di Bali Selatan
(masih ada bintangkah di sana?). Tumbuh di Malang, lalu pindah ke Yogya. Karier menulisnya
dimulai awal 2004 saat kepala nyut-nyut kalau tidak bisa menulis. Lumayan, juara 2 di sebuah
lomba menulis fiksi langsung didapatnya. Kepercayaan dirinya terus naik hingga novel keduanya
terpilih untuk diterbitkan. Saat ini, bekerja di perusahaan swasta dan getol mengumpulkan duit
untuk rencana hidup terbesarnya…sedikit bersenang-senang dan membangun khayalan di atas
kenyataan untuk terus bikin kepala nyut-nyutan.
6. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
berdua ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.
Cerita dalam novel ini memberikan gambaran tentang betapa pentingnya restu orang tua di
dalam suatu hubungan. Ini merupakan permasalahan kehidupan cinta anak remaja sekarang.
4.2 Saran
1. Redaktur
Penerbit seharusnya mengadakan launching kumpulan novel-novel terbaru karya satrawan muda
agar lebih dikenal masyarakat
2. Pengarang
• Pengarang seharusnya mencantumkan data diri lengkap agar pembaca mudah memahami latar
belakang kehidupan pengarang
• Pengarang seharusnya memperjelas akhir dari cerita novelnya supaya lebih dimengerti oleh
pembaca
3. Pembaca
• Pembaca supaya mau membaca dan memahami maksud dari isi cerita dari pengarang
• Pembaca dituntu untuk mengambil segi positif yang ada di dalam novel
7. DAFTAR PUSTAKA
Wulan, Lusi. 2006. Sisi Cinta Sissy. Jakarta: Puspa Swara
8. RESENSI KARYA SATRA
“ Sisi Cinta Sissy ”
ERAGON
Judul Buku : Eragon
Pengarang : Christopher Paolini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 568 halaman
Christopher Paolini sangat menyukai kisah-kisah fantasi dan fiksi ilmiah. Ia menulis
novel pertamanya, Eragon, selepas lulus SMU pada usianya yang kelima belas.
Sekarang ia tinggal bersama keluarganya di Paradise Valley, Montana, Amerika
Serikat. Ia menjadi penulis terlaris di New York Times ketika berumur sembilan
belas. Pada awalnya, ia merencanakan membuat tiga buku saja, namun karena
kerumitan buku ketiga, menjadi lebih tebal daripada yang ia perkirakan, maka ia
memperpanjang kisah Eragon menjadi empat buku. Trilogi Warisan menjadi siklus
Warisan.
Sinopsis
Di daratan Alagaesia, hiduplah Klan Penunggang Naga dengan naga-naganya, yang
senantiasa menjaga ketentraman kehidupan daratan Alagaesia. Negeri pun
mengalami masa kejayaan.
Namun, Klan Penunggang Naga punah karena salah seorang berkhianat dan
membujuk Penunggang-Penunggang lain mengikuti jejaknya. Maka pertumpahan
darah antar penunggang pun terjadi, dan Kaum Terkutuk (penunggang yang
berkhianat) memenangi pertarungannya. Sang pengkhianat bernama Galbatorix,
yang sekarang menjadi raja Alagaesia. Ia memerintah dengan kejam, sehingga
beberapa orang yang setia pada klan Penunggang memberontak dan membentuk
kelompok Varden. Galbatorix memiliki 3 butir telur naga, yang ia tunggu bertahun-tahun untuk menetas di bawah kekuasaannya, sehingga 3 orang Penunggang baru
akan menjadi anak buahnya. Sayangnya, salah satu telur berhasil dicuri para
Varden.
Arya, wanita elf, merupakan salah satu dari yang terlibat pencurian telur naga dari
Galbatorix, berniat membawanya ke Varden, kelompok berbagai ras yang
menentang Galbatorix. Disergap oleh Durza, Shade. Dan Arya pun dengan sihir
memindahkan telur tersebut ke Pegunungan Spine. Arya ditahan oleh Durza, dan
dijadikan tawanan di Gil’ead.
Eragon, anak petani berusia lima belas tahun yang tinggal di Carvahall, terkejut
ketika menemukan batu biru mengilap di pegunungan Spine ketika sedang berburu.
Eragon membawa batu itu ke pertanian tempat ia bersama pamannya, Garrow, dan
sepupunya, Roran. Garrow dan alhmarhumah istrinya, Marian yang membesarkan
Eragon. Selena, ibu Eragon adalah saudara Garrow yang menitipkan anaknya,
Eragon untuk tinggal bersamanya, dan ia pergi karena suatu hal. Tidak ada yang
tahu soal ayahnya.
Roran yang usianya sebentar lagi genap akan dijadikan tentara oleh kerjaan,
memutuskan untuk pergi merantau dan pergi dari Carvahall agar tidak dijadikan
tentara kerajaan.
Beberapa hari kemudian, batu itu menetas dan didapati bahwa batu tersebut
merupakan telur naga. Ketika Eragon menyentuh anak naga betina itu, di telapak
tangannya muncul tanda berwarna keperakan, dan terbentuk ikatan tak
terputuskan antara Eragon dengan naga itu. Naga itu bernama Saphira.
Galbatorix yang mengetahui kehilangan telur itu, memberikan tugas kepada Shade
untuk mencari batu yang dulu merupakan telur Saphira. Ia mengingat ramalan
kaum Varden bahwa waktu bagi penunggang naga akan tiba, dan Galbatorix akan
ditantang dan dikalahkan pada suatu saat. Durza pun memanggil dua Ra’zac,
makhluk asing berpenampilan bengis dan tiba di Carvahall, Eragon dan Saphira
berhasil menghindari mereka, tetapi kedua Ra’zac menghancurkan rumah Eragon
dan membunuh Garrow. Eragon bersumpah akan mencari dan membunuh Ra’zac.
Bersama brom, pendongeng Carvahall, Eragon dan Saphira menuju selatan untuk
bergabung dengan kaum Varden. Selama perjalanan, Eragon belajar bertarung dan
menggunakan sihir.. Brom memberinya pedang merah bernama Zar’roc, yang dulu
merupakan pedang Penunggang Naga, walaupun si pendongeng itu tidak mau
mengatakan bagaimana ia bisa memperolehnya.
Mereka pun mengunjungi kota Teirm, membeli perbekalan. Eragon diramali oleh
ahli tanaman obat, Angela bahwa peperangan dekat di depan mata.
Lewat mimpinya Eragon mengetahui bahwa Arya berada di Gil’ead, dengan
segenap keberanian ia berniat untuk membebaskan Arya. Eragon bertemu dengan
Shade, ketika Shade hendak membunuh Eragon, Brom datang untuk
menyelamatkan Eragon dan ia pun terkena tusukan dari pedang Shade. Dengan
bantuan Murtagh, Eragon melarikan dri dari penjara sambil membawa Arya dan
Brom. Arya telah diracun dan butuh bantuan medis dari kaum Varden segera. Brom
sekarat dan akhirnya meninggal. Ia dikuburkan dengan sihir oleh Saphira. Eragon
dan Saphira pun mendapati bahwa Brom adalah penunggang pula. Naganya dibunuh oleh Morzan, salah satu kaum terkutuk.
Dikejar segerombolan Urgal, mereka melarikan diri ke Varden. Sesampainya di
Varden, Eragon memperkenalkan diri kepada Ajihad, pemimpin Varden sebagai
penunggang dan menunjukkan naganya. Arya segera diobati oleh kaum Varden,
dan Murtagh dipenjara, karena keturunan Morzan, yang merupakan kaum terkutuk
atau sekutu Galbatorix. Morzan terbunuh oleh Brom. Murtagh, secara tidak berhasil
meyakinkan bahwa ia mencela perbuatan ayahnya dan meninggalkan Galbatorix
untuk menjalani hidupnya sendiri.
Durza menggalang kekuatan seluruh pasukan Galbatorix untuk menyerang Varden.
Pasukan Galbatorix datang melalui terowongan-terowongan kurcaci. Pertempuran
terjadi. Durza yang sedemikian kuat, dengan mudah membuat kewalahan Saphira
dan Eragon. Namun akhirnya Eragon mendapatkan saat yang tepat untuk menikam
jantung Durza. Pertarungan pun dimenangi oleh kaum Varden.
Ketika Eragon sadarkan diri, Arya tengah di perjalanan menuju Ellesmera, ibukota
para elf.
Eragon secara telepatis dihubungi sosok yang menyebut diriinya sebagai Togira
Ikonoka-si Cacat yang Utuh. Di akhir buku ini, Eragon memutuskan bahwa ia akan
menemukan Togira Ikonoka ini dan berguru kepadanya.
Tetralogi buku Eragon sangat menarik untuk dibaca, memberikan inspirasi bagi
para pembacanya. Bertemakan petualangan, buku Eragon mengombinasikan sihir
dengan perang tradisional. Penulis benar-benar memiliki konsep yang kuat,
imajinasinya tinggi menjadikan cerita yang fiksi menjadi terlihat lebih nyata.
Penulis ahli dalam mendeskripsikan secara rinci setiap kejadian dan setiap tokoh,
memberikan gambaran yang jelas akan apa yang ada dan yang terjadi dalam
peristiwa tersebut. Menggunakan alur maju mundur, menjadikan semua yang
terkandung di dalamnya penting dan terlihat kesinambungannya di akhir cerita.
Latar cerita ini ada di daratan Alagaesia, namun tidak disebutkan waktunya (tahun).
Eragon merupakan tokoh yang protagonis, terlihat dari sikap-sikapnya yang baik
dan ingin membela semua rakyatnya. Durza bersifat antagonis, sama seperti
Galbatorix, yang mengedepankan kepentingan diri sendiri dan ingin menguasai
seluruh Alagaesia di kekuasaan tangannya. Murtagh merupakan orang yang semula
protagonis, walaupun ayahnya merupakan tokoh yang antagonis.
Kekurangan pada buku ini, walaupun setiap kejadiannya dideskripsikan secara rinci,
namun kejadian tiap harinya, seperti apa yang seorang tokoh makan dan apa yang
seorang tokoh minum, tidak dijabarkan seperti pada novel-novel lain. Tokoh Eragon
sangat mendominasi dan terkesan sangat hebat juga tak terkalahkan, jarang sekali
terjatuh, dan hampir selalu berhasil dan menjadi pemenang dalam setiap konflik
atau pertarungan.
Kita dapat mengambil amanat dari buku ini bahwa, jadilah pemain, jangan hanya
menjadi penonton. Inisiatif ketika mendapatkan masalah dan utamakan
kepentingan warga dibandingkan dengan kepentingan pribadi masing-masing.
Metamorfosis
Judul : Metamorfosis
Judul Asli : Die Verwandlung
Penulis : Franz Kafka
Penerjemah : Juni Liem
Penerbit: Homerian Pustaka
Cetakan : I, Des 2008
Tebal : 154 hlm
”Suatu pagi Gregor Samsa terbangun dari mimpi buruknya, ia menemukan dirinya
telah berubah menjadi seekor kutu besar yang menakutkan.”
Demikian kalimat pembuka dari Metamorfosis (1915), sebuah novella muram yang
ditulis oleh Franz Kafka (1883-1924) salah satu penulis asal Jerman yang paling
berpengaruh dalam abad ke 20 . Tiba-tiba saja Gregor Samsa terputus hubungan
dengan masa lalunya sebagai manusia. Sesuatu yang diluar nalar terjadi pada
hidupnya. Bukan mimpi melainkan kenyataan. Walau cara berpikirnya masih
manusia, namun fisiknya berubah bentuk menjadi seekor kutu besar.
Sebelum berubah wujud Gregor Samsa adalah seorang salesman kain yang
merupakan tulang punggung keluarganya. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya,
dan Gretta, adik kandungnya. Karenanya ketika ia berubah wujud, ia tak dapat lagi
bekerja sehingga kondisi keuangan keluarganya menjadi terganggu. Tak hanya itu
Gregor menjadi terasing di tengah keluarganya sendiri. Ia menjadi tersisihkan,
terpenjara dalam kamarnya sendiri. Ia kini menjadi obyek yang memalukan bagi
keluarganya. . Bahkan ayahnya sendiri selalu memandangnya dengan jijik bahkan
berusaha untuk membunuhnya.
Bisa dibayangkan bagaimana perubahan wujud itu membuat Gregor tertekan,
ruang gerak dan perilakukanya menjadi seperti seekor serangga, merayap di
dinding, di langit-langit, sembunyi disela-sela perabot kamar, kebiasaan
makannyapun mulai berubah, ia kini lebih menyukai makanan-makanan sisa
dibanding makanan segar. Walau ia bisa mendengar dan memahami apa yang
diatakan keluarganya, ia tak mampu lagi berkomunikasi dengan keluarganya. Tak
ada yang mempedulikannya lagi kecuali Gretta dan ibunya yang masih
memperhatikannya dengan memberi makan dan memindahkan beberapa perabot
kamarnya agar Gregor lebih leluasa bergerak.
Sebulan sudah Gregor berubah wujud dan terpenjara dalam kamarnya. Karena
Gregor tak bisa bekerja, maka ketika keluaranya kehabisan uang, mereka
memutuskan untuk menyewakan beberapa kamar di apartemen mereka pada tiga
orang lelaki. Semenjak itu kehidupan keluarga Gregor menjadi layaknya pembantu karena mereka harus menyediakan makanan dan beberapa keperluan dari penyewa
kamar.
Namun sayangnya ketenangan ketiga penyewa kamar keluarga Gregor terusik
ketika sebuah peristiwa membuat Gregor tergerak untuk keluar dari kamarnya dan
fisiknya terlihat oleh ketiga pria tersebut. Hal ini membuat mereka menjadi
ketakutan dan mumutuskan untuk tak lagi menyewa kamar keluarga Gregor.
Kejadian ini tentu saja membuat ayah Gregor geram dan berniat membunuhnya,
dengan melempar Gregor dengan apel. Salah satu apel bersarang dalam tubuhnya
hingga membusuk dan membuat Gregor menderita kesakitan. Ia kembali terkurung
dalam kamarnya. Peristiwa ini pula merupakan titik balik bagi keluarga Gregor
untuk segera melupakan bahwa Gregor sebenarnya masih hidup, hal ini terungkap
seperti yang dikatakan Gretta pada ayahnya :
“Ayah harus dapat melupakan bahwa ide bahwa itu adalah Gregor..Bagaimana
mungkin itu Gregor? Jika itu adalah Gregor, ia harus melihat dari dahulu bahwa tak
dapat manusia hidup dengan binatang seperti itu…Kita tak mempunyai saudara
laki-laki lagi, tapi kita dapat mengingat dia di dalam hidup kita dengan hormat.”
(hal 137).
Dilupakan oleh keluarganya sendiri membuat hati Gregor semakin pedih, Sebagai
manusia ia telah mati. Dan Gregor dengan sisa-sisa kekuatannya mencoba
bertahan, namun sampai berapa lama Gregor si kutu besar itu mampu bertahan
sendirian tanpa seorangpun yang mempedulikannya ?
Metamorfosis banyak dianggap sebagai kisah yang simbolik dengan berbagai
interpretasi. Soal menjadi mahluk apa sebenarnya si Gregor ini sendiri menjadi
banyak perdebatan, ada yang mengatakan kecoak, serangga, kutu, dll. Memang
Kafka sendiri tak memberikan deskripsi detail seperti apa wujud Gregor yang telah
berubah. Bahkan untuk keperluan sampul bukunya pun ia menyurati pada
penerbitnya bahwa mahluk tersebut tidak untuk digambar.
Lalu bagaimana pula dengan penjelasan logis mengapa Gregor bisa berubah wujud?
Kafka memang tak sedang membuat kisah fiksi ilmiah, jadi jangan harap kita akan
menemukan jawaban atas perubahan wujud Gregor. Dalam novelnya ini Kafka
tampak lebih mengutamakan penggambarkan kondisi psikologis yang dialami
Gregor dibanding menjelaskan mengapa kejadian aneh ini bisa terjadi. Sastrawan
Rusia Vladimir Nabakov, penulis novel "Lolita", juga mengatakan, "Barang siapa
melihat `Metamorfosa` lebih dari sekedar fantasi ilmu serangga, aku anggap
pembaca itu telah berhasil."
Nah, jadi apa yang bisa kita peroleh dari novel pendek ini ? Tentunya pembaca
memiliki interpretasi masing-masing dari apa yang dibacanya. Dalam Metamorfosis
Kafka menggambarkan betapa egoisnya manusia sekalipun itu berada dalam lingkungan keluarga sendiri. Ketika Gregor berubah wujud, begitu cepat
keluarganya melupakan jasa Gregor yang telah menjadi tulang punggung
perekonomian keluarganya. Gregor kini dianggapnya sebagai parasit dalam
keluarga, padahal sebelumnya keluarga Gregorlah yang menjadi parasit dalam
hidup Gregor.
Kafka juga berbicara mengenai bagaimana kedekatan dan cinta dari orang-orang
yang kita sayangi bisa berubah ketika kita mengalami ‘perubahan’. Memang Kafka
memberikan contoh esktrim dengan mengubah Gregor menjadi binatang. Namun
dalam kenyataannya mungkin suatu saat kita mengalami perubahan dalam
kehidupan yang diakibatkan karena kehilangan pekerjaan, kegagalan dalam karier,
kejatuhan dalam dosa, dan lain-lain. Hal itulah yang membuat kita menjadi seperti
Gregor. Dari sosok yang diandalkan, dibutuhkan, dan tiba-tiba menjadi pribadi yang
diasingkan, dibenci, karena tak lagi sesuai dengan harapan orang-orang yang
sebelumnya mengasihi kita.
Kisah Gregor dalam Metamorfosis (Die Verwandlung dalam bahasa Jerman), adalah
novella karya Franz Kafka yang paling terkenal selain The Trial dan The Castle.
Kalau tidak salah Metamorfosis pernah dua kali diterjemahkan di Indonesia oleh dua
penerbit yang berbeda (Bentang Pustaka dan Aksara). Dan kini novella ini
diterjemahkan dan diterbitkan oleh Homerian Pustaka dengan cover yang
menawan. Namun sayangnya ada yang tak konsisten antara terjemahan dengan
cover, pada isi buku ini wujud Gregor diterjemahkan sebagai kutu besar, sedangkan
di ilustrasi cover terjemahannya yang Nampak adalah wujud kecoak.
Dari segi terjemahannya, di halaman-halaman awal hingga pertengahan saya tak
menemui kesulitan untuk memahami novella ini, namun di bagian-bagian
berikutnya saya mulai sulit untuk memahami apa yang dimaksud dalam kalimat-
kalimatnya. Setelah saya konfirmasikan ke beberapa kawan yang telah
membacanya, ternyata merekapun mengalami hal yang sama. Mungkin di cetakan-
cetakan berikutnya karya ini bisa diedit lagi agar terjemahannya lebih mudah
dipahami dan enak dibaca.
Sumber :
http://love-semester6.blogspot.com/2011/03/contoh-resensi-novel.html
http://love-semester6.blogspot.com/2011/03/pengertian-resensi.html
Selasa, 04 Juni 2013
Sabtu, 04 Mei 2013
laporan formal dan non formal
Laporan adalah penyajian fakta tentang keadaan atau kegiatan yang telah dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang setelah menyelesaikan tugas yang diberikan. Laporan berfungsi sebagai:
1) alat pertanggungjawaban secara tertulis
2) alat pendokumentasian data
3) alat studi banding
4) alat pengambilan keputusan
5) melatih berpikir sistematis.
Laporan Formal
Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan- persyaratan tertentu sebagai yang akan disebutkan dibawah ini, sedangkan nadanya bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur seperti yang terdapat dalam buku- buku. Laporan formal terdiri dari:
1. Bagian Pendahuluan
a. Bagian pendahuluan terdiri dari: Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Kata pengantar
f. Daftar isi
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar gambar (jika ada)
i. Daftar grafik (jika ada)
j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)
2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
Bab I : Pendahuluan
a. Latar belakang
b. Identifikasi masalah
c. Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
d. Rumusan masalah
e. Tujuan dan manfaat
Bab II : Kajian pustaka
Bab III : Metode penelitian
Bab IV : Pembahasan
Bab V : Penutup
3. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar lampiran
c. Indeks atau daftar istilah
Laporan non formal adalah laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal di atas. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.
Menurut bentuknya laporan terdiri atas:
Berdasarkan bentuknya laporan dibedakan atas:
a. Laporan berbentuk formulir isian
b. Laporan berbentuk surat
c. Laporan berbentuk memorandum atau nota
d. Laporan jurnalistik
e. Laporan ilmiah/penelitian (makalah, skripsi tesis, dan disectasi)
f. Laporan percobaan
g. Laporan hasil pengamatan
h. Laporan perjalanan
fungsi laporan :
1. Pertanggungjawaban oleh orang yang diberi tugas,
2. Bahan/landasan bagi pemimpin lembaga/perusahaan dalam mengambil kebijakan/keputusan,
3. Alat bagi pemimpin untuk melakukan pengawasan,
4. Dokumen untuk bahan studi bagi yang memerlukan,
5. Sumber pengalaman bagi orang lain.
sistematika laporan:
Sistematika laporan hasil penelitian akan sangat dipengaruhi tingkat pengetahuan, pengalaman dan perhatian dari para golongan pembaca atau konsumen, artinya kepada siapa hasil penelitian diperuntukkan.
Menurut Nurul Zuriah, terdapat tiga kategori golongan audience laporan penelitian, yaitu; kalangan akademisi, sponsor dari penelitian, dan masyarakat umum
Sedangkan Menurut Imam Suprayogo, audience penelitian dapat dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu: 1) Kolega-kolega di lapangan yang sama, 2) Para pembuat kebijakan, prkatisi, pemimpin masyarakat dan profesional lainnya, 3) Akademisi dan 4) Penyandang dana penelitian.
Disamping itu, masing-masing lembaga memiliki pedoman penelitian sendiri-sendiri, belum lagi pembimbing dan promotor yang terkadang memiliki style yang berbeda-beda, sehingga tidak jarang terjadi perbedaan dan silang pendapat di antara promotor. Karena itu, Bogdan dan Biklen mengemukakan secara umum bahwa organisasi penelitian meliputi pendahuluan, inti dan kesimpulan.
Perbedaan dalam sistematika laporan hasil penelitian disebabkan jenis laporan yang beraneka ragam dan audience (orang yang dilapori), maka referensi ini memfokuskan pada sistematika hasil laporan penelitian dengan akademisi sebagai audience-nya.
Secara umum sistematika penyusunan laporan hasil penelitian dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu: bagian awal, bagian isi dan bagian akhir.
Bagian Awal (Umumnya menjadi Bab I)
Bagian awal belum menyentuh pada proses dan hasil penelitian. sifatnya untuk melengkapi saja yang meliputi: halaman judul. halaman pernyataan penulis, halaman pengesahan promotor dan penguji, halaman pengantar (berisi tentang ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung), daftar Isi daftar tabel dan ilustrasi (jika ada), transliterasi, abstrak atau summary (intisari dari tesis yang diajukan, biasanya terdiri dari 700-1.000 kata).
Bagian Isi (Umumnya menjadi Bab II)
Bagian ini memuat tentang uraian-uraian tentang keseluruhan proses dan hasil penelitian yang dapat dibagi dalam beberapa sub bab sesuai dengan kebutuhan, namun secara umum, dibagi dalam tiga sub bab pembahasan, yaitu: pendahuluan, yang meliputi, latar belakang masalah, identifikasi dan perumusan masalah, hipotesis, definisi operasional dan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, tujuan dan kegunaan hasil penelitian
Kajian Teori, yang meliputi; tinjauan, landasan atau kajian pustaka, metodologi penelitian (Umumnya menjadi Bab III)
Pembahasan, merupakan pembahasan dari temuan penelitian (Umumnya menjadi Bab IV)
Bagian Akhir, biasanya meliputi; penutup, daftar pustaka, lampiran (jika ada). (Umumnya menjadi Bab V)
Dari tiap bagian dalam penyusunan laporan hasil penelitian seperti yang telah disebutkan, terakumulasi dalam bab dan sub bab.
sumber :
PROPOSAL PENELITIAN
Pengertian Proposal
I. Definisi Proposal
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.
Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang sering
digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah¬kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang yang membaca proposal tersebut. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis :
1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain :
1. nama proposal
2. pendahuluan
3. tujuan
4. bentuk/jenis kegiatan
5. pelaksanaan
6. panitia pelaksana (terlampir)
7. biaya/dana (rincian terlampir)
8. harapan
9. lampiran
Manfaat Proposal :
- Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
- Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan
tersebut.
- Untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.
jenis-jenis proposal :
1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.
Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.
Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.
Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.
3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.
Tujuan membuat proposal:
Tujuan Proposal adalah memperoleh bantuan dana,memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh perizinan. Unsur-unsur proposal yaitu, nama/ judul kegiatan, pendahuluan,tujuan, waktu dan tempat, sasaran kegiatan, susunan panitia, anggaran, penutup, tanda tangan dan nama terang.
sistematika membuat proposal:
Sistematika Pembuatan Proposal
1. Pendahuluan
a. Berisi tentang halhal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
b.Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan seharihari(nyata)
c.Pointpoint pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen SWOT yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
a. Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lainlain
b. Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian
3. Tujuan
a. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
b. Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
Contoh :
Memperoleh kaderkader KMHDI
Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI
4. Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
5. Jenis Kegiatan
a. Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
b. Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuranukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masingmasing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai ratarata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7. Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang pentingpenting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
a. Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
b. Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
a. Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
b. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
c. Terakhir, diikuti dengan lampiran
A. Latar Belakang
Keberhasilan suatu perusahaan pada umumnya dinilai berhasil dilihat dari kemampuannya dalam memperoleh laba. Dengan laba yang diperoleh, perusahaan akan dapat mengembangkan berbagai kegiatan, meningkatkan jumlah aktiva dan modal serta dapat mengembangkan dan memperluas bidang usahanya.
Laba dapat di peroleh perusahaan dengan cara menghitung selisih penjualan dengan biaya-biaya yang terjadi dalam rangka memperoleh penghasilan. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengandalkan kegiatannya dalam bentuk penjualan, semakin besar volume penjualan semakin besar pula laba yang akan diperoleh perusahaan. Perusahaan pada umumnya mempunyai tiga tujuan dalam penjualan yaitu mencapai volume penjualan, mendapatkan laba tertentu, dan menunjukan pertumbuhan perusahaan.
Penjualan Angsuran adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan secara bertahap pada waktu dan jumlah yang telah ditentukan dan disertai dengan uang muka pembayaran. Dari penjualan angsuran ini perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau laba yang besar dari proses penjualannya dan akan mendapatkan konsumen dengan mudah. Tetapi pada perusahaan Mega Auto Finance untuk menghasilkan keuntungan atau laba perusahaan mengandalkan kegiatan penerimaan kas terhadap angsuran motor yang berasal dari penjualan angsuran motor tersebut, penerimaan kas ini berasal dari penjualan angsuran yang pembayarannya itu dilakukan oleh konsumen, karena konsumen telah melakukan pengkreditan sepeda motor. Selain keuntungan, perusahaan akan mengalami beberapa hambatan diantaranya yaitu perusahaan harus menanggung resiko apabila terjadi keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh konsumen atau konsumen tidak semuanya membayar angsurannya dengan tepat waktu, dan jika konsumen tidak sanggup membayar angsurannya dan barang yang dibeli oleh konsumen itu hilang.
Dari uraian diatas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan observasi untuk memenuhi Tugas Akhir Komputerisasi Akuntansi Pada Perusahaan Mega Auto Finance ( M A F ) dengan judul: SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN ANGSURAN KREDIT SEPEDA MOTOR PADA PT. ETUNAS BERBASIS WEB
B. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah dijelaskan, maka kami akan menguraikan pokok-pokok masalah yang dikaji dalam Tugas Proyek Komputerisasi Akuntansi ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana penerapan prosedur yang membentuk sistem yang digunakan dalam sistem akuntansi penerimaan angsuran kredit sepeda motor pada Perusahaan
Bagaimana pelaksanaan dan penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam sistem akuntansi penerimaan angsuran kredit sepeda motor pada perusahaan
Bagaimana cara menentukan besar angsuran kredit sepeda motor pada perusahaan yang sesuai dengan sistem akuntansi pada perusahaan tersebut.
Bagaimana cara perhitungan denda yang di berikan pada konsumen bila pembayaran angsurannya melebihi waktu jatuh tempo.
Masalah-masalah yang timbul dalam pembayaran angsuran kredit sepeda motor yang dilakukan oleh konsumen
C. Batasan Masalah Masalah
Agar Permasalahan yang akan dibahas dalam Proyek ini tidak berkembang terlalu luas dan mengarah pada suatu penyelesaian yang benar, maka perlu adanya batasan masalah. Adapun batasan masalah dari Perancangan Sistem Akuntansi Penerimaan Angsuran Kredit Sepeda Motor Pada Perusahaan ETUNAS Cirebon meliputi beberapa prosedur-prosedur sebagai berikut :
Prosedur pengajuan kredit.
Prosedur penentuan besarnya angsuran tiap bulan.
Prosedur penerimaan angsuran dan perhitungan denda.
Prosedur pencatatan transaksi.
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
Untuk mempermudah konsumen dalam melakukan pembayaran angsuran motor.
Untuk mempermudah proses pencatatan akuntansi perusahaan.
Untuk mempermudah perusahaan dalam menentukan besarnya jumlah angsuran kredit sepeda motor yang diambil oleh konsumen
Untuk mempermudah perusahaan menghitung denda keterlambatan pembayaran angsuran kredit sepeda motor yang dilakukan oleh konsumen
Untuk memberikan informasi yang lebih cepat dan tepat mengenai laporan pembayaran angsuran kredit sepeda motor.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini jika diterapkan di perusahaan adalah
Data Pembayaran konsumen dapat terekap dengan mudah.
Pencatatan bisa dilakukan secara otomatis
Mempermudah perhitungan besarnya angsuran bagi konsumen
Dapat memperoleh rekap piutang dengan mudah
Dapat mengetahui konsumen yang terlambat
Dapat memberikan informasi lebih mudah mengenai pembayaran angsuran kredit motor.
F. Rancangan Penelitian
1. Input
Form Karyawan
Form Barang
Form Pengajuan Angsuran
Form Pembayaran Angsuran
2. Output Program
Laporan Piutang
Laporan Pembayaran
Laporan Keterlambatan
Laporan data Kreditur
Kwitansi
Kartu Angsuran
Jurnal Penerimaan Kas
Buku Besar
sumber:
Jumat, 29 Maret 2013
Kepiting Raksasa yang Hampir Dimasak Ini Berhasil Diselamatkan
Hampir saja kepiting raksasa ini dijadikan 325 buah crabstick, yaitu sejenis makanan yang terbuat dari daging kepiting. Untung saja nasibnya masih lebih baik hingga kepiting raksasa ini bisa diselamatkan.
Kepiting yang masuk dalam jenis Tasmanian King Crab dan dinamakan Claude ini ditemukan di wilayah Australia, dalam sebuah display untuk dipajang di restoran bersama 2 ekor lainnya yang juga amat besar.
Untungnya seorang pekerja akuarium Inggris menemukan Claude, dan menyelamatkan para kepiting raksasa tersebut dengan membeli mereka seharga 3000 poundsterling atau sekitar Rp 42 juta, hingga kini mereka menjadi penghuni Sea Life Park di Weymouth, Inggris.
Berat kepiting ini adalah 6,8 kg dan lebarnya mencapai 38 cm. Dan ia masih bisa tumbuh lebih besar lagi hingga berukuran 2 kali lipat saat ditemukan.
Rob Hicks, kepala ahli biologi laut Sea Life, mengatakan seperti dilansir TheSun:
Mereka adalah makhluk mengesankan dan kami berpikir bahwa mereka layak untuk kami selamatkan, dan mereka telah terbang setengah jalan berkeliling dunia hingga mereka dapat berkembang dalam tampilan akuarium ini, ujarnya.
Walaupun harus menyesuaikan diri setelah melakukan perjalanan panjang, para kepiting ini nampak sehat dan bisa beradaptasi dari lingkungan mereka sebelumnya di Australia.
sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014924823/kepiting-raksasa-yang-hampir-dimasak-ini-berhasil-diselamatkan/
Kepiting yang masuk dalam jenis Tasmanian King Crab dan dinamakan Claude ini ditemukan di wilayah Australia, dalam sebuah display untuk dipajang di restoran bersama 2 ekor lainnya yang juga amat besar.
Untungnya seorang pekerja akuarium Inggris menemukan Claude, dan menyelamatkan para kepiting raksasa tersebut dengan membeli mereka seharga 3000 poundsterling atau sekitar Rp 42 juta, hingga kini mereka menjadi penghuni Sea Life Park di Weymouth, Inggris.
Berat kepiting ini adalah 6,8 kg dan lebarnya mencapai 38 cm. Dan ia masih bisa tumbuh lebih besar lagi hingga berukuran 2 kali lipat saat ditemukan.
Rob Hicks, kepala ahli biologi laut Sea Life, mengatakan seperti dilansir TheSun:
Mereka adalah makhluk mengesankan dan kami berpikir bahwa mereka layak untuk kami selamatkan, dan mereka telah terbang setengah jalan berkeliling dunia hingga mereka dapat berkembang dalam tampilan akuarium ini, ujarnya.
Walaupun harus menyesuaikan diri setelah melakukan perjalanan panjang, para kepiting ini nampak sehat dan bisa beradaptasi dari lingkungan mereka sebelumnya di Australia.
sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014924823/kepiting-raksasa-yang-hampir-dimasak-ini-berhasil-diselamatkan/
Fakta yang membuat raja ampat terkenal di dunia
Kepulauan Batanta di Raja Ampat Papua
banyak yg tanya kenapa sih Raja4 yg selalu dipromosikan apakah begitu indahnya disana? saya coba jawab ya kenapa Raja Ampat begitu dikagumi oleh Travelers Mancanegara maupun lokal, walaupun banyak destinasi lain yg tidak kalah indahnya di Indonesia.
yang membuat Raja Ampat Spesial karena letaknya itu diantara wilayah segitiga karang dunia (coral triangel) yang belum tahu apa itu segitiga karang dunia (coral triangel) lokasi ini merupakan pusat keanekaragaman hayati dunia.
tidak hanya keindahan alamnya saja,tetapi Raja Ampat punya Budaya Lokal
Segitiga karang itu sebenarnya meliputi Indonesia, Philipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon. yg terbesar adalah Indonesia. kalau Hutan Amazon dikenal punya aneka macam spesies binatang didalamnya, nah Raja Ampat itu adalah Hutan Amazonnya bawah laut.
Wilayah yg masuk Segitiga Karang (Coral Triangle) adalah Raja4, Derawan, Wakatobi dan Komodo. tidak heran keindahan bawah laut tempat ini. garis batas wilayah terumbu karang di ke-6 negara menyerupai segitiga. Itu sebabnya wilayah tsb disebut sebagai segitiga karang dunia.
salah satu dermaga yang berada di Kepulauan Raja Ampat
dari sekian banyak Destinasi Segitiga Karang Dunia & Raja4 yg hanya ada di Indonesia,tidak heran Negara tetangga pada ngiri hehe.. ini dia Peta Segitiga Karang (Coral Triangle) yang sebagian besar meliputi wilayah Indonesia ^_^
sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/50f78623e974b4552300000f
ILMIAH DAN NON ILMIAH
Hakikat dan Karakteristik Karya Ilmiah
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, di samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
Karya ilmiah populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang populer atau santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Ciri-ciri Karya Ilmiah
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Macam-macam Karya Ilmiah
Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah
popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.
Contoh kata ilmiah kata popular :
analogi kiasan
anarki kekacauan
bibliografi daftar pustaka
biodata biografi singkat
definisi batasan
diskriminasi perbedaan perlakuan
eksentrik aneh
final akhir
formasi susunan
format ukuran
friksi bagian, pecahan
indeks penunjuk
konklusi kesimpulan
kontemporer masa kini, mutakhir
kontradiksi pertentangan
menganalisa menguraikan
prediksi ramalanpasien orang sakit
Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.
Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada pehitungan bobot. Karena itu, jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli dibidangnya. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akredetasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional, pertanda keilmuawannya ‘diakui’.
Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.
Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.
Makalah mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas pekuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketad makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa menandemnya dengan kenyataan lapangan. Makalah lazim dibuat berdasrakan kenyatan dan kemudian ditandemkan dengan tarikan teoritis; mengabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana.
SIKAP ILMIAH
Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan. Triandis mendefenisikan sikap sebagai : “ An attitude ia an idea charged with emotion which predis poses a class of actions to aparcitular class of social situation” .
Rumusan di atas diartikan bahwa sikap mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen tingkah laku. Sikap selalu berkenaan dengan suatu obyek dan sikap terhadap obyek ini disertai dengan perasaan positif atau negatif. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau obyek.
Menurut Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain kecendrungan individu untuk bertindak atau berprilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah. Beberapa sikap ilmiah dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara ;ain :
Sikap ingin tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiea; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
Sikap kritis : Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan; Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain; bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
Sikap ingin menemukan : Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif; selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
Sikap tekun : Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
Sikap terbuka : Bersedia mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.buka menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.
Lebih rinci Diederich mengidentifikasikan 20 komponen sikap ilmiah sebagai berikut :
Selalu meragukan sesuatu.
Percaya akan kemungkinan penyelesaian masalah.
Selalu menginginkan adanya verifikasi eksprimental.
T e k u n.
Suka pada sesuatu yang baru.
Mudah mengubah pendapat atau opini.
Loyal etrhadap kebenaran.
Objektif
Enggan mempercayai takhyul.
Menyukai penjelasan ilmiah.
Selalu berusaha melengkapi penegathuan yang dimilikinya.
Tidak tergesa-gesa mengambil keputusan.
Dapat membedakan antara hipotesis dan solusi.
Menyadari perlunya asumsi.
Pendapatnya bersifat fundamental.
Menghargai struktur teoritis
Menghargai kuantifikasi
Dapat menerima penegrtian kebolehjadian dan,
Dapat menerima pengertian generalisasi
Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah
Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupa diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.
Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
- salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
- salah dalam menyusun struktur pelaporan,
- salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
- salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
- penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
- tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
- tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-
Non ilmiah
Pengertian, Ciri, dan Bentuk Karangan Nonilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.
Contoh Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan nonilmiah. Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.
Perbedaan
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis_menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan_perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
Pertama,karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.
Kedua,karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah_langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga,dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan_perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semi-ilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semi-ilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah_istilah umum daripada istilah_istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semi-ilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel, feature,kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
sumber :
http://imamsetiyantoro.wordpress.com/2012/09/12/karangan-non-ilmiah/
Kamis, 28 Maret 2013
KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN
FINANCIAL WORLD FLOW
Keterangan pada bagan “FINANCIAL WORLD FLOW”
i1 : DEPOSIT
i2 : KREDIT
i3 : CAPITAL MARKET/PASAR MODAL
i4 : BURSA EFEK
Pada i1 bentuk penyimpanan uang masyarakat A terhadap bank adalah dalam bentuk DEPOSITO => Tabungan, Giro, Deposito.
- Timbal balik adalah bunga
- Transfer of risk
i2 adalah sebagai lower atau kredit.
Jika bank itu bangkrut maka bank membuka asuransi, asuransi pertama bernama asuransi idot, asuransi kedua bernama asuransi dayat, dan asuransi ketiga bernama asuransi bone. Pada awalnya asuransi idot melakukan premi sebesar 100rb (5thn) dengan uang pertanggungan sebesar 10jt. Asuransi dayat melakukan premi sebesar 60jt dengan uang pertanggungan sebesar 60jt. Lalu asuransi idot melakukan Reasuransi yaitu penjaminan ulang terhadap asuransi dayat. Nilai pada kedua asuransi tersebut berubah. Pada asuransi idot premi menjadi 40rb dengan uang pertanggungan sebesar 40jt sedangkan asuransi dayat jumlah premi 20rb dengan uang pertanggungan sebesar 20jt. Kemudian asuransi melakukan Retrocessi yaitu penjaminan dobel ulang terhadap asuransi bone dengan premi sebesar 40rb dengan uang pertanggungan sebesar 40jt.
Asuransi bone melakukan investasi sebesar 40%, 70%, 20%, dll kepada tiga jenis asuransi lain yaitu AB, CD, EF ke Bursa Efek (BEJ) (i4). Lalu bursa efek menyalurkan kembali ke masyarakat dan masyarakat menyalurkannya lagi ke bank.
i3 adalah capital market/pasar modal. Pasar modal terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Obligasi : Surat Hutang
2. Saham/stock : Surat kepemilikan
Saham terbagi lagi menjadi 3 yaitu : a. Deviden => pembagian hasil usaha
b. Capital Gain => keuntungan dalam pembelian
saham.
c. Capital Loss => rugi
Bank membuka Leasing yaitu cara peminjaman dengan barang (kredit barang) kepada masyarakat konsumtif dan disalurkan lagi ke Bank dan terus menerus kegiatan ini berputar dan kegiatan dari bagan ini disebut Financial World Flow”
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)



